Kamis, 22 Desember 2011

SIKLUS PENGELUARAN PERUSAHAAN


Siklus pengeluaran terdiri dari transaksi pemerolehan barang atau jasa. Barang yang diperoleh perusahaan dapat berupa aktiva tetap dan surat berharga yang akan digunakan untuk menghasilkan pendapatan dalam jangka waktu lebih dari satu tahun atau sediaan dan surat berharga yang akan dikonsumsi atau digunakan untuk menghasilkan pendapatan dalam jangka waktu satu tahun atau kurang. Jasa yang diperoleh perusahaan juga dapat dibagi menjadi dua, yaitu jasa yang hanya menghasilkan manfaat satu tahun atau kurang (jasa personel, bunga, asuransi, iklan) dan jasa yang menghasilkan manfaat lebih dari satu tahun (aktiva tidak berwujud).
Jenis-Jenis Akun Yang Mempengaruhi Audit Terhadap Siklus Pengeluaran
Dalam siklus ini terdapat dua transaksi pembelian dan transaksi pengeluaran kas. Transaksi pembelian dan pengeluaran kas mempengaruhi sejumlah rekening sebagai berikut :
Persediaan
Persediaan bahan baku
Biaya dibayar dimuka
Plant asset
Asset lain-lain (missal : aktiva tak berwujud)
Kembalian pembelian
Potongan pembelian
Berbagai jenis biaya
Utang dagang
10. Kas
Materialitas, Risiko dan Strategi audit terhadap siklus pengeluaran
Transaksi dalam siklus pengeluaran kadangkala tidak hanya berpengaruh secara individual pada hanya satu rekening saja, tetapi dapat berpengaruh pada lebih satu transaksi. Faktor-faktor risiko melekat yang berhubungan dengan transaksi-transaksi siklus pengeluaran meliputi:
Seberapa banyak volume transaksi
Kemungkinan adanya pembelian dan pengeluaran kas yang tidak diotorisasi
Kemungkinan adanya pembelian aktiva yang tidak memadai
Dalam kasus kapitalisasi kas atau penentuan biaya periodic harus mempertimbangkan terhadap aspek kesinambungan dalam akuntansinya
Keempat factor tersebut sangat menentukan seberapakah tingkat risiko melekat dalam transaksi siklus ini. Menghadapi kemungkinan tersebut, auditor harus merumuskan strategi dengan menggabungkan tingkat risiko pengendalian yang rendah dan pengujian substansi dalam siklus pengeluaran.
Pemahaman terhadap pengendalian intern
Auditor harus memahami ketiga aspek struktur pengendalian intern yang ada dalam transaksi siklus pengeluaran, yaitu lingkungan pengendalian, system akuntansi, dan prosedur pengendalian. Pemahaman tersebut sangat berguna dalam menentukan strategi audit dalam rangka pengujian substansi.
Aspek lingkungan pengendalian secara umum yang terkait dengan siklus pengeluaran
Auditor harus memahami struktur organisasi klien yang berkaitan dengan aktivitas siklus pengeluaran ini, sebagai contoh : semua proses pembelian barang-barang dibawah kendali direktur operasi, pencatatan dibawah kendali kontroler, sedangkan proses pengeluaran kas dibawah kendali direktur keuangan, pengaturan pembelian aktiva tetap (capital expendictures) dan kebijaksanaan investasi strategis lainnya akan dipertimbangkan bagaimana pelaksanaanya. Untuk memperoleh pemahaman terhadap bagan organisasi, auditor harus melakukan wawancara (inquiry) kepada manajemen.
Sistem akuntansi secara umum yang terkait dengan siklus pengeluaran
Pemahaman terhadap system akuntansi menyebabkan auditor harus mempelajari metode pengolahan data, dokumen-dokumen kunci, serta catatan yang digunakan dalam penanganan transaksi siklus pengeluaran. Untuk itu auditor harus mempelajari manual akuntansi, bagan alir system akuntansi, dan melakukan wawancara dengan petugas bagian akuntansi untuk mengetahui proses pengolahan transaksi dalam siklus pengeluaran.
Prosedur Pengendalian secara umum yang terkait dengan siklus pengeluaran
Auditor harus memahami bagaimana kecenderungan kelima kategori prosedur pengendalian dalam operasi transaksi siklus pengeluaran ini. Kelima kategori tersebut antara lain :
Adanya otorisasi yang memadai
Adanya pemisahan tugas
Adanya dokumen dan catatan akuntansi
Adanya akses kea rah pengendalian
Pengecekan yang di lakukan oleh personel yang independent
Auditor harus melakukan evaluasi apakah prosedur pengendalian dalam perusahaan benar-benar telah berjalan dengan baik. Prosedur pengendalian yang tidak memenuhi kelima criteria tersebut mempunyai kecenderungan risiko audit yang tinggi.
Pengendalian Intern terhadap siklus pengeluaran
Catatan dan dokumen yang biasa digunakan dalam transaksi siklus pengeluaran
Check, yaitu dokumen perintah pembayaran sejumlah uang kepada bank
Check Summary, yaitu laporan tentang ringkasan check yang telah dikeluarakan dalam suatu periode
Cash Disbusement Transaction File, yaitu file yang berisi informasi pembayaran cek untuk penjual atau pihak lain yang digunakan untuk memasukan ke dalam rekening utang dagang dan buku besar
Cash Disbusement Juornal or Check Register, merupakan catatan formal terhadap pengeluaran cek untuk pihak lain
2. Fungsi-fungsi terkait dalam transaksi siklus pengeluaran
Nama Fungsi Unit Organisasi Pemegang Fungsi
Fungsi yang memerlukan
pengeluaran kas
Fungsi pencatatan utang
Fungsi keuangan
Fungsi akuntansi biaya
Fungsi akuntansi umum
Fungsi audit intern
Fungsi penerimaan kas
Bagian pemasaran atau bagian-bagian lain
Bagian utang
Bagian kasa
Bagian akuntansi biaya
Bagian akuntansi umum
Bagian audit intern
Bagian kasa
Keterangan :
1. Fungsi yang memerlukan pengeluaran kas (misalnya untuk pembelian jasa dan untuk biaya perjalanan dinas), fungsi yang bersangkutan mengajukan permintaan cek kepada fungsi pencatatan utang. Permintaan cek ini harus mendapat persetujuan dari kepala fungsi yang bersangkutan
2. Fungsi pencatatan utama
Fungsi ini bertanggung jawab atas pembuatan bukti kas keluar yang memberikan otorisasi kepada fungsi keuangan dalam mengeluarkan cek yang tercantum dalam dokumen tersebut. Fungsi ini juga bertanggung jawab untuk melakukan verifikasi kelengkapan dan validitas dokumen pendukung yang dipakai sebagai dasar pembuatan bukti kas keluar.
3. Fungsi keuangan.
Dalam transaksi pengeluaran kas, fungsi ini bertanggungjawab untuk mengisi cek, meminta otorisasi atas cek, dan mengirimkan cek kepada kreditur via pos atau membayarkan langsung kepada kreditur.
4. Fungsi akuntansi biaya
Dalam transaksi pengeluaran kas, fungsi ini bertanggungjawab atas pencatatan pengeluaran kas yang menyangkut biaya dan persediaan.
5. Fungsi akuntansi umum
Dalam transaksi pengeluaran kas, fungsi ini bertanggungjawab atas pencatatan transaksi pengeluaran kas dalam jurnal pengeluaran kas atau register cek.
6. Fungsi audit intern
Fungsi ini bertanggungjawab untuk melakukan perhitungan kas (cash count) secara periodik dan mencocokkan hasil perhitungannya dengan saldo kas menurut catatan akuntansi (akun kas dalam buku besar). Fungsi ini bertanggungjawab untuk melakukan pemeriksaan secara mendadak (surprised audit) terhadap saldo kas yang ada ditangan dan membuat rekonsiliasi bank scara periodik
Risiko yang terdapat struktur pengendalian intern siklus pengeluaran.
Dalam memahami risiko pengendalian yang timbul dalam transaksi pengeluaran kas harus memperhatikan kemungkinan-kemungkinan salah saji, pengendalian yang dibutuhkan, serta kemungkinan pengujian yang harus dilakukan berikut ini:
a. Terhadap transaksi pembayaran hutang.
Kemungkinan adanya pengeluaran cek untuk pembelian yang tidak disetujui, harus dikendalikan dengan cara penandatanganan cek melakukan penelaahan terhadap kelengkapan pendukung voucher dan persetujuannya. Auditor dapat melakukan pengujian dengan cara observasi apakah penandatanganan cek melakukan pengecekan dengan bebas terhadap dokumen pendukung.
Kemungkinan voucher dibayar dua kali, dikendalikan dengan pemberian cap terhadap voucher dan dokumen pendukungnya bila telah dibayar. Auditor dapat melakukan pengujian apakah semua pembayaran diberi cap.
Check mungkin dibayarkan untuk jumlah yang salah, dikendalikan dengan pengecekkan oleh pihak yang bebas mengenai kesesuaian jumlah dalam check dengan voucher-nya.
Check mungkin dirubah setelah ditandatangani, dikendalikan dengan pengecekan pemberian tanda cek yang dikirim. Auditor dapa melakukan pengujian dengan melakukan wawancara tentang prosedur pengiriman check, dan observasi proses pengiriman check.
b. Terhadap transaksi pengeluaran kas.
Check mungkin tidak dicatat, dikendalikan dengan check yang bemomor urut tercetak. Auditor melakukan pengujian terhadap penggunaan dokumen bemomor urut tercetak.
Kesalahan-kesalahan dalam pencatatan check, dikendalikan dengan pembuatan rekonsiliasi bank secara periodik oleh pihak yang bebas. Auditor dapat melakukan pengujian terhadap bank rekonsiliasi.
Check tidak dicatat dengan segera, dikendalikan oleh pihak yang bebas untuk mencocokkan tanggal check dan tanggal pencatatannya. Pengujian yang dilakukan dengan memperlihatkan kembali adanya kebebasan dalam pengecekan.
AUDIT ATAS SIKLUS PENGGAJIAN DAN PERSONALIA
Siklus penggajian dan personalia meliputi penggunaan tenaga kerja dan pembayaran kesemua pegawai, tanpa memperhatikan klasifikasi atau metode penentuan kompensasi. Pegawai dapat berupa eksekutif dengan gaji tetap ditambah dengan bonus, pekerja kantor berdasarkan gaji bulanan dengan atau tanpa lembur, wiraniaga berdasarkan komisi, buruh pabrik dan pegawai serikat pekerja dibayar berdasarkan jam.
Siklus penggajian dan personalia meliputi semua bentuk kompensasi yang diberikan kepada seluruh aktivitas tenaga kerja yang dipekerjakan perusahaan. Rekening-rekening yang terbentuk dalam siklus ini antara lain:
Kompensasi pokok (meliputi gaji, upah, insentip, dan macam-macam tunjangan karyawan)
Pajak atas gaji/upah karyawan
Biaya tenaga kerja langsung (biaya overhead pabrik)
Biaya tenaga kerja langsung
Utang atas gaji/upah karyawan
Gaji dibayar dimuka (uang muka gaji)
Permasalahan Audit Terhadap Siklus Penggajian dan Personalia
Siklus ini menjadi penting dengan beberapa alasan.. Pertama gaji, upah, dan pajak penghasilan pegawai, dan beban pegawai lainnya merupakan komponen utama pada kebanyakan perusahaan, kedua beban tenaga tenaga kerja (labour) merupakan pertimbangan penting dalam penilaian persediaan pada perusahaan menufaktur dan konstuksi, dimana klasifikasi dan alokasi beban upah yang tidak semestinya dapat menyebabkan salah saji laba bersih secara material. Terakhir, penggajian merupakan bidang yang menyebabkan pemborosan sejumlah besar sumber daya perusahaan karena inefisiensi atau pengujian melalui fraud.
Dalam perusahaan yang lebih besar, seringkali kebanyakan akun buku besar untuk memiliki lima puluh atau lebih akun beban gaji. Penggajian juga mempengaruhi akun persediaan barang jadi pada perusahaan manufaktur. Audit atas siklus penggajian dan personalia meliputi perolehan pemahaman atas struktur pengendalian intern, penetapan resiko pengendalian, pengujian atas substantif atas transaksi, prosedur analitis dan pengujian terinci atas saldo.
Jenis-jenis Akun Yang Mempengaruhi Siklus Penggajian dan Personalia
Jenis jenis akun yang mempengaruhi adalah :
Beban Gaji dan Upah
Pajak penghasilan ditanggung perusahaan dan tunjangan pegawai
Kewajiban berupa hutang gaji, hutang pajak penghasilan pegawai
Akun sejenis yang berhubungan dengan penggajian
Menjelaskan dan menilai materialitas, resiko dan strategi audit
Kecurangan dalam pembuatan daftar gaji menjadi perhatian auditor. Kecurangan semacam ini timbul dari adanya pegawai fiktif yang dimasukkan dalam daftar gaji, dan kemungkinan kesalahan yang disengaja dalam menyusun klasifikasi daftar gaji. Ini berarti ada karyawan yang dihitung dengan tarif yang lebih tinggi. Disamping adanya kecurangan tersebut, akuntan harus memperhatikan ketelitian perhitungan sejak penhitungan waktu hadir, insentif sampai dengan pembuatan daftar gaji dan pembuatan slip gaji.
Berbagai aspek resiko diatas akan mempengaruhi strategi audit siklus penggajian dan personalia, oleh karena itu hal hal yang harus dipertimbangkan adalah :
Resiko audit yang utama timbul dari pemrosesan transaksi penggajian
Perusahaan pada umumnya memperluas cakupan pengendalian intern untuk transaksi penggajian
Saldo hutang gaji pada akhir tahun kadang kala tidak material
Teknis audit yang disarankan
Verifikasi kecermatan penyajian berbagai saldo, daftar dan buku pembantu
Terapkan prosedur analitikal
Lakukan inspeksi proses penghitungan daftar gaji dan hutang
Hitung kembali dan lakukan pengujian terhadap daftar gaji dan upah
Bandingkan penyajian statement dengan GAAP
Struktur Pengendalian Intern
Auditor harus memahami struktur pengendalian intern dalam aktivitas pembayaran gaji. Ketiga unsur pengendalian intern harus dipahami, agar dapat menentukan resiko audit yang akan dihadapinya.
Aspek struktur pengendalian yang harus diperhatikan auditor adalah :
a. Lingkungan pengendalian
Sangat dipengaruhi sistem perekonomian yang berlaku. Dalam menerapkan sistem penggajian ini dipengaruhi oleh kesepakatan kerja dengan organisasi buruh setempat. Dalam masalah penggajian ini manager personalia menghadapi masalah yang sangat pelik karena pada dasarnya transaksi tenaga kerja terjadi setiap saat bersamaan dengan operasinya perusahaan.
b. Sistem akuntansi
Mencerminkan proses penanganan transaksi penggajian dalam operasi perusahaan. Auditor harus memahami sistem yang digunakan untuk menangani transaksi jasa-jasa tenaga kerja beserta aspek pengendaliannya
c. Prosedur pengendalian
Menghendaki pelaksanaan lima aspek kategorisasi sistem pengendalian intern dalam operasi perusahaan. Kelima kategori tersebut adalah otorisasi yang memadai, dokumen dan buku-buku catatan, pemisahan tugas, akses kendalian dan pengecekan oleh pihak yang independent
Catatan dan dokumen dalam siklus penggajian dan personalia
Dokumen-dokumen dan catatan akuntansi yang digunakan dalam prosedur penggajian antara lain sebagai berikut :
Personal Authorization adalah surat keputusan yang berisi penempatan dan penugasan seseorang karyawan dalam posisi dan jabatan tertentu
Clock Card adalah formulir daftar hadir karyawan
Time tickect adalah formulir yang digunakan untuk mencatat waktu kerja seseorang karyawan atas penugasan dan jabatan tertentu
Payroll Register adalah laopran yang berisi informasi penggajian seluruh karyawan perusahaan.
Payroll Check adalah dokumen yang berisi perintah kepada bank untuk membayarkan sejumlah uang sebagai kompensasi yang diserahkan kepadanya.
Labor Cost Distribution Summary adalah laporan yang berisi jumlah pembayaran gaji setiap periode untuk setiap klasifikasi rekening gaji
Employee Personnel File merupakan data permanen yang berisi risalah kerja setiap karyawan
Personnel Data Master File adalah arsip data personel berkomputer yang termuktahir
Employee Earning Master File adalah arsip data personel untuk komputer mengenai penghasilan masing-masing karyawan
Fungsi-fungsi yang terkait pada siklus penggajian personalia
Kerjasama diantara berbagai bagian tersebut menunjukkan fungsi tertentu yang antara lain :
a. Hiring Employees
Fungsi ini berkaitan dengan proses penempatan karyawan pada suatu unit kerja
b. Authorizing Payroll Changes
Adalah fungsi personalia yang berkaitan dengan penetapan struktur gaji atau upah seseorang beserta perubahannya dalam sistem penggajian perusahaan
c. Preparing Attendance dan Time Keeping Data
Adalah fungsi personalia yang berkaitan dengan pencatatan kehadiran seseorang dalam kantor atau pabrik dan pencatatan aktifitas seseorang di unit kerja masing­masing
d. Preparing the Payroll
Adalah fungsi personalia yng berkaitan dengan penyiapan daftar gaji seluruh karyawan
e. Recording the Payroll
Adalah fungsi akuntansi yang berkaitan dengan pencatatan semua transaksi penggaj ian
f. Paying the Payroll
Adalah fungsi berkaitan dengan pembayaran gaji kepada setiap individu karyawan
g. Filling Payroll Tax Return
Adalah fungsi ini berkaitan dengan penanganan pembayaran pajak untuk setiap individu karyawan

Sumber Referensi : http://akuntansibisnis.wordpress.com/2010/06/16/audit-siklus-pengeluaran/

Jumat, 04 November 2011

E-BUSINESS

E-business merupakan interaksi eksternal organisasi dengan para pemasok, pelanggan, investor, kreditor, pemerintah dan media massa, termasuk penggunaan teknologi informasi untuk mendesain kembali proses internalnya.
E-business memberikan pemahaman dasar kepada para akuntan dan profesional sistem mengenai peluang dan risiko yang berhubungan dengan e-business.

MODEL-MODEL BUSINESS
Business to Consumers (B2C): Interaksi antara individu-individu dengan organisasi-organisasi
Business to Business (B2B): Interorganizational e-business.

PENGARUH-PENGARUH E-BUSINESS ATAS PROSES BISNIS
Electronic Data Interchange (EDI): protokol standar untuk secara elektronik mentransfer informasi antar-organisasi serta dalam berbagai proses bisnis.EDI juga meningkatkan akurasi dan mengurangi biaya. EDI telah ada sejak tahun 1970, namun hingga saat ini penggunaannya terutama terbatas pada perusahaan-perusahaan besar.
Fasilitator EDI :
Kendala-kendala biaya yaitu :
-The Internet: Eliminates the need for special proprietary third-party networks.
-XML: Extensible Markup Language – Set of standards for defining the content of data on Web pages.
ebXML:
-Defines standards for coding common business documents.
-Meniadakan kebutuhan atas software khusus untuk menerjemahkan dokumen yang dibuat oleh perusahaan yang berbeda.

PEMBELIAN DAN INBOUND LOGISTIC
Internet dapat meningkatkan aktivitas pembelian dengan cara mempermudah perusahaan mengidentifikasi calon pemasok dan membandingkan harga :
-Data mengenai pembelian yang dilakukan sub unit organisasi yang berbeda dapat disentralisasi, sehingga memungkinkan organisasi untuk menetapkan pembelian total di seluruh dunia atas berbagai produk.
-Untuk produk yang dapat didigitalkan, seperti buku, CD, software dan informasi, seluruh fungsi inbound logistics dapat dilakukan secara elektronik.

Financial Electronic Data Interchange (FEDI)
-Penggunaan EDI untuk bertukar informasi hanyalah bagian dari hubungan pembeli-penjual dalam business-top business e-commerce.
-Electronic funds transfer (EFT) merujuk pada proses pembayaran tunai secara elektronik.
-EFT biasanya dicapai melalui sistem perbankan yaitu jaringan ACH (Automated Clearing House).

Outbound Logistics
E-Business dapat meningkatkan aktivitas dan outbound logistic :
-Akses yang tepat waktu dan akurat atas informasi rinci tentang pengiriman.
-Optimisasi inventori.
-Untuk barang-barang atau pelayanan yang dapat didigitalkan, fungsi outbond logistic dapat dilaksanakan secara elektronik.

PENJUALAN DAN PEMASARAN
-Perusahaan dan menciptakan katalog elektronik di website mereka untuk mengotomatisasikan input pesanan penjualan
-Secara signifikan mengurangi jumlah staf
-Efektifitas periklanan dan mengurangi biayanya

TUGAS SIA

Pertanyaan :
1. Di bioskop, ada seorang pegawai yang biasanya bertanggungjawab untuk memberikan karcis dan menerima uang, sementara pegawai lainnya mengumpulkan karcis saat penonton memasuki bioskop. Apa alasan kegiatan ini?
Jawab : Alasan kegiatan ini adalah pemisahan tugas berkenaan dengan pembagian
tanggung jawab ke beberapa pegawai atas bagian-bagian dari sebuah transaksi.
Agar tidak terjadi kesalahan. Contoh:
- Fungsi pengesahan transaksi
- Mencatat transaksi
- Menjaga aset
2. Banyak restoran yang menggunakan nota pesanan pelanggan yang telah diberi nomor terlebih dahulu. Setiap pelayan diberikan nota ini untuk menulis pesanan pelanggan. Pelayan diberitahukan untuk tidak membuang satupun nota pelanggan tersebut. Apabila terjadi kesalahan, mereka harus membatalkan nota tersebut dan menulis baru. Setiap hari, seluruh nota yang dibatalkan akan dikembalikan ke manajer. Bagaimanakah cara kebijakan ini dapat membantu restoran untuk mengendalikan penerimaan kasnya?
Jawab : Kebijakan ini dapat membantu restoran untuk mengendalikan kasnya dengan
cara menyediakan informasi operasional terinci tentang kinerja organisasi. Dua
jenis laporan manajerial yang penting :
- Budget (laporan anggaran) : anggaran adalah ungkapan formal tujuan dalam istilah keuangan. Salah satu jenis yang paling penting dari anggaran adalah anggaran kas.
- Performance reports (laporan kinerja) : laporan kinerja merinci anggaran dan jumlah sebenarnya pendapatan dan pengeluaran, serta menunjukan pula penyimpangan atau perbedaan diantara kedua jumlah tersebut.
3. Sebutkan siklus-siklus transaksi bisnis yang terjadi pada umumnya pada suatu organisasi. Dan tuliskan kegiatan bisnis yang umum dan dokumen sumber yang dihasilkan pada masing-masing siklus transaksi tersebut!
Jawab : Siklus-siklus transaksi bisnis pada suatu organisasi :
1. Siklus pendapatan : mencakup kegiatan penjualan dan penerimaan dalam bentuk uang tunai.
2. Siklus pengeluaran : mencakup kegiatan pembelian dan pembayaran dalam bentuk uang tunai.
3. Siklus penggajian sumber daya manusia : mencakup kegiatan mengontrak dan menggaji pegawai.
4. Siklus produksi : mencakup kegiatan mengubah bahan mentah (baku) dan buruh menjadi produk jadi.
5. Siklus keuangan : mencakup kegiatan untuk mendapatkan dana dari investor dan kreditor dan membayar mereka kembali.
Kegiatan bisnis yang umum dan dokumen sumber :
1. Siklus Pendapatan
*Dokumen Sumber*
-Pesanan penjualan
-Tanda pengiriman
-Daftar pembayaran
-Slip penyimpanan
-Memo kredit
*Kegiatan Bisnis*
-Menerima pesanan pelanggan
-Mengirim pesanan
-Menerima uang tunai
-Menyimpan tanda terima tunai
-Menyesuaikan akun pelanggan

2. Siklus Pengeluaran
*Dokumen Sumber*
-Daftar permintaan barang
-Pesanan pembelian
-Laporan penerimaan
-Cek
*Kegiatan Bisnis*
-Permintaan atas barang
-Pesanan atas barang
-Penerimaan atas barang
-Pembayaran atas barang

3. Siklus Sumber Daya Manusia
*Dokumen Sumber*
-Formulir pajak(form W4)
-Kartu jam kerja
-Catatan waktu kerja
*Kegiatan Bisnis*
-Kumpulan data iuran pegawai
-Catat jam kerja pegawai
-Catat waktu yang dihabiskan untuk pekerjaan tertentu

4. Buku Besar dan Sistem Pelaporan
*Dokumen Sumber*
-Voucer jurnal
*Kegiatan Bisnis*
-Catat posting ke buku besar

Minggu, 02 Oktober 2011

SIKLUS AKUNTANSI

A. SIKLUS PENDAPATAN
Siklus pendapatan adalah rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berlangsung dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan dan menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan2 tersebut. Tujuan utama siklus pendapatan adalah menyediakan produk yang tepat di tempat dan waktu yang tepat dengan harga yang sesuai.

B. SIKLUS PENGELUARAN
Waktu jeda antara berbagai kegiatan ini memisahkan proses pemerolehan ke dalam dua tahap, yaitu: (1) tahap fisik, melibatkan pemerolehan sumber daya, dan (2) tahap finansial, melibatkan pengeluaran kas. Untuk kemudahan, dua tahap ini diperlakukan sebagai transaksi yang terpisah dan yang diproses melalui subsistem yang terpisah.
Tujuan sistem pengeluaran yaitu:
1. Menjamin barang dan jasa yang dipesan sesuai dengan yang dibutuhkan.
2. Menerima barang dalam kondisi baik.
3. Mengamankan barang hingga dibutuhkan.
4. Menentukan faktur yang berkaitan barang dan jasa dengan benar.
5. Mencatatan mengklasifikasikan pengeluaran dengan tepat.
6. Mengirimkan uang ke pemasosk yang tepat.
7. Menjamin semua pengeluaran kas berkaitan dengan pengeluaran yang telah diijinkan.
8. Mencatat dan mengklasifikasikan pengeluaran kas dengan tepat dan akurat.

C. SIKLUS PRODUKSI
Siklus hidup produk (bahasa Inggris: Product life cycle) adalah siklus hidup suatu produk/ organisasi dengan tahapan-tahapan proses perjalanan hidupnya mulai dari peluncuran awal (soft launching), peluncuran resmi (grand launching), perubahan dari target awal, lalu mulai berjuang dan berkompetisi dengan produk-produk yang sejenis, hingga melewati persaingan dan kompetisi produk memiliki tingkat penerimaan/ penjualan/ distribusi yang luas dan tersebar.
Beberapa produk dirancang dengan siklus tertentu.
• Barang-barang mode (fashion) mungkin memiliki siklus selama lima bulan, tetapi mobil (dengan sedikit modifikasi) memiliki siklus sepuluh tahun. Dalam kasus kendaraan bermotor, penggantian model akan dirancang untuk mengganti model lama ketika penjualan menurun pada tingkat yang tidak diharapkan.
• Produk minuman seperti Guinness dan Coca-Cola memiliki siklus hidup yang tak terbatas.
Kejenuhan siklus hidup produk
• Kejenuhan eksternal: konsumen jenuh dan konsumen bosan karena produknya itu-itu saja.
• Kejenuhan internal: pegawai mulai dari top level hingga pegawai jenuh dan tidak memiliki kemauan/ kemampuan untuk berinovasi.

D. SIKLUS PENGGAJIAN DAN SUMBER DAYA MANUSIA
Fungsinya yaitu untuk mengumpulkan dan memproses data perusahaan secara edektif dan efesien, menyediakan informasi yang berguna untuk pembuatan keputusan serta untuk menyediakan control yang cukup, guna memastikan bahwa data aktivitas bisnis dicatat dan diproses dengan cepat dan untuk menjaga data serta asset-aset lainnya.
Pokok permasalahan yang akan diangkat dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana sistem informasi akuntansi yang diterapkan oleh perusahaan khususnya pada sistem penggajian dan pengupahan?
2. Apakah sistem informasi akuntansi tersebut telah berjalan efektif sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan perusahaan?

E. SIKLUS KEUANGAN
Siklus Keuangan Terdiri dari :
-Jurnal Pemasukan.
- Jurnal Buku Besar.
-Neraca.
-Laporan L/R dll

Sabtu, 01 Oktober 2011

FLOWCHART SIKLUS AKUNTANSI KEUANGAN

A. DEFINISI AKUNTANSI
Definisi akuntansi dapat dilihat dari 2 (dua) sudut pandang yaitu:
Fungsi dan Kegunaan
Akuntansi merupakan aktivitas jasa yang berfungsi memberikan informasi kuantitatif mengenai kesatuan-kesatuan ekonomi terutama yang bersifat keuangan yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan.
Proses Kegiatan
Akuntansi adalah seni mencatat, mengklasifikasi dan mengikhtisarkan transaksi-ttransaksi kejadian yang sekurang-kurangnya atau sebagaian bersifat keuangan dengan cara menginterpretasikan hasil-hasilnya.

B. SIKLUS AKUNTANSI
Siklus akuntansi adalah suatu proses penyediaan laporan keuangan perusahaan untuk suatu periode waktu tertentu. Siklus ini dimulai dari terjadinya transaksi, sampai penyiapan laporan keuangan pada akhir suatu periode. Apabila digambarkan, siklus akuntansi dapat dinyatakan sebagai berikut:
Transaksi Usaha -> Pembuatan Bukti Asli -> Pencatatan dalam Buku Harian (Jurnal) -> Pencatatan ke Buku Besar dan Buku Tambahan 1 -> Neraca Lajur Penyesuaian -> Laporan Keuangan -> Jurnal Penutup -> Neraca Saldo setelah penutupan 2

Siklus akuntansi adalah sebagai berikut:
Pencatatan Data ke dalam dokumen sumber/bukti transaksi.
Penjurnalan, yaitu menganalisis dan mencatat transaksi dalam jurnal (buku harian)
Melakukan posting ke Buku Besar yaitu memindahkan debet dan kredit dari jurnal ke rekening Buku Besar.
Penyusunan Neraca Saldo yaitu menyiapkan Neraca Saldo unttuk mengecek keseimbangan Buku Besar.
Membuat ayat jurnal penyesuaian dan memasukkan jumlahya pada Neraca Saldo.
Membuat ayat-ayat penutup yaitu menjurnal dan memindahbukukan ayat-ayat penutup.
Penyusunan Laporan Keuangan yaitu Laporan Rugi Laba, Laporaan Perubahan Modal dan Neraca.

C. PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI
Aktiva = harta yang dimiliki perusahaan yang merupakan sumber ekonomi. Contoh: kas, piutang, gedung dsb.
Hutang = kewajiban yang menjadi beban perusahaan. Contoh:hutang pembelian kredit
Modal = hak atau klaim pemilik atas aktiva perusahaan. Contoh:Setoran modal oleh pemilik.

D.CONTOH FLOWCHART SIKLUS AKUNTANSI KEUANGAN

Senin, 02 Mei 2011

Hikayat

Hikayat Gusala
Sebatang nyiur itu kini telah mulai menampakkan kecantikannya. Memang belum lagi setinggi anak berusia 10 tahun, namun pelepahnya yang menguning, yang sebagian masih terbungkus tapas, juga sebagian daunnya yang kuncup, mampu menyemarakkan pagi di pekarangan si pemilik. Kelak, entah 10 atau 20 tahun lagi, barulah nyiur itu mampu memberikan manfaat yang sebenarnya bagi si pemilik.
Si pemilik adalah seorang petani berkulit hitam, sebagaimana umumnya orang asli Awangga. Sosoknya cukup besar bila dibandingkan manusia biasa, dan memang dia memiliki darah raksasa, yang diperolehnya entah dari bapak, kakek atau kakek buyutnya di masa lalu. Banyak penduduk Awangga yang memiliki ciri-ciri tubuh semacam itu. Kekar, besar, pendiam dan pemalu, namun, sekaligus pekerja keras yang tenaganya seakan tak ada habis-habisnya.
Gusala, demikianlah orang memanggilnya. Mengapa dia dipanggil demikian dan siapa yang berhak menamainya demikian, dia tak tahu secara pasti. Memang, Gusala tak mengenal siapa kedua orangtuanya sejak lahir. Dia hanya tahu, tumbuh dan memiliki saudara sebanyak tujuh orang, di tengah sebuah keluarga petani. Semula dia tak mengerti, mengapa dirinya sangat berbeda dari saudara-saudara maupun kedua orangtuanya. Dia hanya sering bertanya dalam hati mengenai perbedaan itu, namun tak pernah terlintas jawaban apa pun di kepalanya. Dan Gusala pun tak pernah mempersoalkan benar, karena semua yang ada di sekelilingnya tak mempersoalkannya.
Baru ketika usianya dipandang cukup dewasa, pada saat harus membuka ladang baru sebagai tanda kedewasaannya, kedua orangtuanya menceritakan riwayat hidupnya. Gusala tertegun. Dia bukanlah anak yang dilahirkan dari orang yang selama ini dianggapnya sebagai ibu.
”Apakah kau mengerti, Gusala?” ucap perempuan itu, setelah uraiannya selesai.
Gusala hanya mengangguk kecil, tak selintas pun pengertian muncul di kepalanya.
”Apakah kau kecewa, anakku?” Mula-mula ada anggukan kecil, namun segera disusul gelengan. Gusala sendiri tak tahu mengapa dia menggeleng dan mengangguk. Baginya, tak penting dilahirkan oleh siapa.
***
Matahari memang sedang terik-teriknya. Sesaat Gusala tegak, menatap alur-alur tanah gembur di kiri-kanan rumpun ubi yang ditanaminya. Menggunduk panjang dan rapi. Sebersit senyum menghiasi bibir Gusala. Dipandanginya jajaran kelapa yang memagari batas tanahnya. Beberapa di antaranya sudah ada yang menjulang tinggi, bahkan satu dua sudah bermanggar. Memang, kelapa-kelapa yang bermanggar itu hanya dipindahkannya dari ladang ayahnya. Itu adalah hadiah sang ayah kepada Gusala.
Gusala tak pernah berpikir bahwa perhatian yang agak berlebihan dari kedua orangtuanya itu menunjukkan bahwa ada sesuatu yang kurang dari dirinya dibandingkan dengan saudara-saudaranya yang lain. Tetapi, sekali lagi, Gusala tak peduli. Mungkin lebih tepatnya, dia tak mengerti apa makna tindakan kedua orangtua angkatnya itu.
Sampai saat ini, Gusala hanya hidup sendiri. Tak ada seorang gadis dusun pun yang mau dijadikan istrinya. Kaki dan Nyai Guno Brayat sebetulnya sangat prihatin akan kelainan anak angkatnya itu, tetapi mereka tak punya cara untuk membantunya. Mereka hanya berdoa, semoga saja ada seorang perempuan yang suatu kali kelak mau mendampingi Gusala.
Gadis manakah yang mau menikahi seorang laki-laki separuh raksasa yang bahkan tak lengkap kecerdasannya itu? Kaki dan Nyai Guno sadar betul akan hal itu. Kepedihan mereka memikirkan nasib Gusala kian pekat manakala dilihatnya, sang anak bahkan tak mengerti apa arti perempuan baginya.
***
Maka sore itu, ketika matahari mulai condong ke ufuk barat, Guno Brayat mengunjungi anaknya yang tinggal di ladang dekat hutan itu. Rasa sayangnya pada Gusala memang tak pernah luntur, sejak bayi itu ditemukannya di sebuah goa batu. Rasa ibanya kembali mengental manakala lintasan pemandangan buruk itu kembali memasuki kenangannya. Gusala ditemukan tergeletak menangis di dekat dua mayat, yang bisa jadi adalah orangtuanya. Sebilah tombak dan beberapa anak panah masih tertancap di tubuh yang sudah mulai membusuk itu. Yang satu jelas sekali berujud raksasa, tampak dari sosok dan sepasang taring tersembul di rongga mulutnya yang menganga. Yang seorang lagi, manusia biasa. Perempuan gunung. Mungkin dia adalah ibu Gusala.
”Gusalaa…” teriak Ki Guno dari kejauhan, demi dilihatnya Gusala sedang bersandar di batang melinjo.
Gusala seketika berdiri, wajahnya berseri-seri dan berlari, melompati alur-alur tanah menggunduk, menyambut sang ayah. Dan tanpa berkata apa-apa, Gusala mencium kaki ayahnya. Mata Ki Guno berkaca-kaca, terharu oleh ketulusan anaknya.
***
”Ibumu ingin agar kau memilih istri, anakku. Apakah kau sudah punya keinginan untuk berumah tangga?”
Hening. Senyap. Uir-uir di kejauhan mendetir-detir.
”Bapak… Gusala tidak tahu.” Jawab Gusala sesaat kemudian. Lama dia terdiam menyusun kata.
”Setiap orang pasti punya keinginan memiliki pasangan… apakah kau tidak memimpikan seorang perempuan?”
Gusala diam. Pandangannya menunduk. Gusala tak tahu apa sebenarnya yang akan diucapkannya. Jika memang mimpi, mengapa beberapa kali dia bermimpi bertemu dengan seorang gadis jelita. Tubuhnya mungil, kulitnya hitam manis dengan rambut panjang mengombak menutup pinggang. Gadis itu tersenyum padanya dan itu membuatnya bahagia. Hanya itu.
”Gusala, pernahkah kau bermimpikan seorang perempuan?”
Gusala mengangguk.
”Apakah kau mengenalnya?”
Gusala menggeleng.
”Jadi kau belum pernah berjumpa dengannya?”
Sekali lagi Gusala mengangguk.
Ki Guno menarik napas. Lalu, ”…apakah kau menginginkannya, anakku?”
Lama Gusala terdiam, seakan kembali mencari kata yang tepat untuk mengungkapkan perasaannya.
”Jika kau menginginkannya, mungkin bapakmu bisa mengupayakannya untukmu…”
”Tapi…,” ucapan Gusala terlontar begitu saja, ”…Gusala tak tahu, siapa dia… apalagi di mana dia tinggal… lalu, seandainya saja bertemu, apakah dia mau melihatku…”
”Anakku, Gusala, bapakmu percaya bahwa setiap orang memiliki jodohnya sendiri-sendiri. Entah bagaimana, kau akan mendapatkan seorang istri yang kau impikan itu…”
***
Dan itu adalah doa. Dan doa adalah janji. Dan janji adalah utang. Dan utang memang harus dibayar. Maka dengan segala kemampuan, Ki Guno melakukan apa yang menjadi doa bagi Gusala. Bersama beberapa anak lelakinya yang lain, Ki Guno mencari tahu siapakah dara yang hadir di impian anaknya itu.
Semula, semuanya hanya jadi bahan tertawaan anak-anak Ki Guno. Namun, setelah sang ayah mengatakan bahwa impian adalah jalan lain bagi suatu kebenaran, terutama bagi orang seperti Gusala, maka mereka pun terdiam. Ucapan sang ayah terasa memiliki kekuatan bahwa apa yang diimpikan Gusala akan bisa terlaksana.
”Kalau istri Prabu Salya pernah mengalaminya sendiri, mengapa Gusala tak bisa?” begitu kata penutup Ki Guno kepada anak-anaknya. Ya, tuturan yang entah siapa yang menyebarkannya itu, menjadi kepercayaan banyak manusia yang pernah mendengarnya. Mereka percaya bahwa ada yang lebih daripada yang sekadar bisa diraba, didengar, dan dirasakan. Mimpi mampu menyelusup kapan pun dalam diri manusia, dan itu adalah anugerah yang tak terkira. Mereka percaya bahwa mimpi adalah kekuatan di luar diri manusia, yang hadir hanya untuk kebenaran. Hanya saja, hidup manusia sering kali lebih rumit dibandingkan impian, sehingga kebenaran mimpi lebih banyak meleset dari seharusnya. Sebagian manusia melupakan mimpi sebagai jalan kebenaran, bisikan dari Sang Agung, dan hanya menganggap tak lebih daripada bunga tidur belaka.
Dewi Setyawati, jelita berayahkan raksasa pertapa itu, suatu kali bermimpi bertemu dengan seorang pemuda tampan bernama Narasoma. Setyawati percaya bahwa pemuda itulah suaminya kelak. Sang ayah mengerti benar makna ucapan anaknya. Maka terjadilah pernikahan itu, dan kini Narasoma menjadi raja, menjadi mertua dari seorang raja—sang Basukarna, raja negeri Awangga. Raja mereka.
Hanya dengan bekal keyakinan itu, keluarga Guno Brayat yakin bahwa apa yang diimpikan Gusala akan menjadi kenyataan.
”Tetapi, kita harus memulainya dari mana, Pak?” Tanya si sulung yang kini sudah beranak tiga.
”Bukannya aku mendahului ’Kehendak’, tetapi, apa mungkin… perempuan secantik—seperti yang dikatakan Gusala—itu mau menerima kenyataan?”
”Maksudmu?”
”Yaaa…”
”Maksudmu, Gusala jelek, begitu?” sergah Nyai Guno agak gusar pada anaknya yang nomor dua. ”Ingat, Gasa… dia adikmu. Ada darah yang sama, yang mengalir di tubuhnya dengan apa yang ada di tubuhmu. Kalian semuanya, termasuk Gusala, meminum darah dari tubuhku…” Malam hening. Malam pekat. Nyai Guno beberapa kali menarik napas berat.
***
Satu purnama berlalu begitu saja, dan upaya delapan laki-laki itu hanya menuai gelak tawa di sana-sini. Adapun Gusala, tetap menjalani hidupnya sebagaimana biasa. Meskipun sering kali, secara aneh dan tiba-tiba saja dia tertidur dan bermimpi bertemu seorang dara manis, mungil, dan tersenyum kepadanya. Dan setiap kali dia bermimpi, tiba-tiba saja hidupnya seperti berbunga-bunga. Dan setiap kali hidupnya berbunga-bunga, Gusala merasakan arus tenaganya melimpah ruah, memberontak meminta keluar. Maka, setiap kali usai bermimpi, Gusala dengan giat mengayunkan cangkulnya, tak peduli siang atau malam.
Tak mengherankan jika ubi-ubi yang ditanam Gusala menjadi istimewa. Dan ketika panen tiba, ubi-ubi Gusala bukan saja besar—karena ditanam di tanah gembur, tetapi juga manis, mempur dan jumlahnya berpuluh-puluh pikul ketika dibawa ke pasar. Dan semuanya dilakukannya sendiri.
***
Di pasar itulah, Gusala bertemu dengan gadis yang ada di mimpinya. Di pasar itulah hidup Gusala berubah. Dia tak ingin terjaga dari mimpinya kali ini. Dia tatap sepasang mata berbinar yang lembut. Dia pandangi lengan berjari mungil yang memilih ubi-ubi yang menghampar di depannya. Ah, siapakah engkau wanita cantik?
Dan sepasang mata itu pun, ketika sesaat tertangkap mata Gusala, seakan enggan berkedip. Siapakah yang memasang perangkap, dan siapakah yang terperangkap, dia sendiri tak tahu pasti. Sebagaimana Gusala, dia hanya merasakan sesuatu yang aneh. Dia pun merasakan pernah menemukan wajah itu berkali-kali, di suatu tempat atau masa?
Mata Gusala dan mata gadis itu seakan bubu dan ikan. Hanya saja keduanya sering kali bertukar peran. Tertangkap atau menangkap, tak lagi penting. Tak ada yang lebih menyenangkan daripada persentuhan yang menggetarkan itu.
”Apakah engkau yang selama ini menemuiku?” bisik Gusala.
”Apakah engkau yang selama ini kutemui?” balas gadis itu.
Dan keheningan adalah jawaban. Keduanya hanya terpesona oleh jawaban aneh yang tiba-tiba terbentuk di bentangan jiwa masing-masing. Jawaban yang mendadak berkecambah, membenih dan tumbuh dengan suburnya. Gusala gugup menyadari sesuatu yang merebak tumbuh di sanubarinya, demikian pula si gadis; pipinya merona merah.
Tak kuasa menahan kegembiraan, si gadis mendadak tersenyum, dan berlari meninggalkan tempat Gusala berdagang. Sementara Gusala masih melambung oleh perasaan aneh yang menggelimangi jiwa tulusnya.
”Hei.. raksasa, kau apakan gadis itu?” tiba-tiba bentakan kasar membuyarkan keindahan Gusala. Sekelompok laki-laki yang—menilik pakaiannya—agaknya pengawal si gadis, tiba-tiba mengepungnya. Entah di mana mereka selama ini, Gusala tak menyadarinya. Orang-orang yang ada di pasar minggir. Mereka hanya sempat berkomentar dalam hati: ah, raksasa memang selalu begitu kalau diberi hati.
”Hei, kau belum menjawab pertanyaanku… kau apakan gadis itu?”
Gusala hanya terlongong-longong bingung menanggapi pertanyaan bertubi-tubi dari mereka yang mengepungnya. Jiwanya masih belum sepenuhnya berpijak pada kenyataan karena masih terbawa kepak sayap keindahan yang baru kali ini dialaminya.
Kadang-kadang, sambil menatap wajah-wajah pengepungnya, Gusala tersenyum karena jiwanya masih menikmati keindahan yang entah mengapa tak segera hilang dari dirinya.
”Ah… rupanya kau bukan hanya raksasa, tetapi juga sakit jiwa..” dan gelak tawa pun pecah di pasar itu.
Gusala, tanpa paham benar apa yang diucapkan orang yang menghinanya, membalasnya dengan senyum. Begitu Gusala tersenyum, gelak tawa menjadi-jadi.
”Tuan..” tiba-tiba Gusala berucap, ”apakah tuan-tuan mengenal gadis cantik yang baru saja di sini..”
Orang-orang itu terhenti sejenak, lalu tergelak-gelak lagi. ”Tentu saja… dia adalah anak tuan kami.”
”Siapakah namanya, aku ingin mengenalnya…”
”Hei raksasa ’miring’, jangan bermimpi..”
”Gusala tak mimpi. Dia memang menemuiku di mimpi, tapi kali ini, tidak mimpi..”
”Hei…, gadis itu adalah anak seorang saudagar yang sangat dekat dengan kalangan istana…. Dan dia sudah dijodohkan dengan anak petinggi Awangga. Jadi, seperti kataku, jangan bermimpi.”
”Gusala hanya ingin tahu namanya.”
Dan sebuah pukulan menghantam wajah Gusala. Gusala terkejut, tak sakit sama sekali.
Gusala berdiri, orang-orang itu mencabut pedang. ”Apa salah Gusala, sampai tuan…”
Ucapannya terpotong pukulan orang kedua. Dan belum lagi sempat bergerak, sisanya segera mengeroyok Gusala.
Maka sebagaimana disebutkan dalam hikayat, Gusala pun akhirnya mati di tengah pencariannya. Bahkan seluruh keluarganya dihukum karena didakwa melawan hukum negara, yang melarang manusia menolong makhluk di luar golongannya.

Perkembangan Islam Masa Modern

Perkembangan Islam Masa Modern
(1800 – Sekarang)
Benturan-benturan antara Islam dengan kekuatan Eropa menyadarkan umat Islam bahwa jauh tertinggal dengan Eropa dan yang merasakan pertama persoalan ini adalah kerajaan Turki Usmani yang langsung menghadapi kekuatan Eropa yang pertama kali. Kesadaran tersebut membuat penguasa dan pejuang-pejuang Turki tergugah untuk belajar dari Eropa.
Guna pemulihan kembali kekuatan Islam, maka mengadakan suatu gerakan pembaharuan dengan mengevaluasi yang menjadi penyebab mundurnya Islam dan mencari ide-ide pembaharuan dan ilmu pengetahuan dari barat. Gerakan pembaharuan tersebut antara lain
a. Gerakan Wahhabiyah yang diprakarsai oleh Muhammad ibn Abdul Wahhab (1703-1787 M) di Arabia, Syah Waliyullah (1703-1762) M di India dan Gerakan Sanusiyyah di Afrika Utara yang dikomandoi oleh Said Muhammad Sanusi dari Al Jazair
b. Gerakan penerjemahan karya-karya Barat kedalam bahasa Islam dan pengiriman para pelajar muslim untuk belajar ke Eropa dan Inggris
Dalam gerakan pembaharuan sangat lekat dengan politik. Ide politik yang pertama muncul yaitu Pan Islamisme atau persatuan Islam sedunia yang digencarkan oleh gerakan Wahhabiyah dan Sanusiyah, setelah itu diteruskan dengan lebih gencar oleh tokoh pemikir Islam yang bernama Jamaluddin Al Afghani (1839-1897).
Menurut Jamaluddin, untuk pertahanan Islam, harus meninggalkan perselisihan-perselisihan dan berjuang dibawah panji bersama dan juga berusaha membangkitkan semangat lokal dan nasional negeri-negeri islam. Dengan ide yang demikian, ia dikenal atau mendapat julukan bapak nasionalisme dalam Islam.
Gagasan atau ide Pan Islamisme yang digelorakan oleh jamaluddin disambut oleh Raja Turki Usmani yang bernama Abd. Hamid II (1876-1909) dan juga mendapat sambutan yang baik di negeri-negeri Islam. Akan tetapi setelah Turki Usmani kalah dalam perang dunia pertama dan kekhalifahan dihapuskan oleh Musthofa Kemal seorang tokoh yang mendukung gagasan nasionalisme, rasa kesetiaan kepada Negara kebangsaan.
Di Wilayah Mesir, Syiria, Libanon, Palestina, Hijaz, irak, Afrika Utara, Bahrein dan Kuwait, nasionalismenya bangkit dan nasionalisme tersebut terbentuk atas dasar kesamaan bahasa. Dalam penyatuan Negara arab dibentuk suatu liga yang bernama Liga Arab yang didirikan pada tanggal 12 Maret 1945.
Di India dibentuk gerakan nasionallisme yang diwakili oleh Partai Kongres Nasional India dan juga dibentuk komunalisme yang digagas oleh Komunalisme Islam yang disuarakan oleh Liga Muslimin yang merupakan saingan bagi Partai Kongres nasional. Di India terdapat pembaharu yang bernama Sayyid Ahmad Khan (1817-1898), Iqbal (1876-1938) dan Muhammad Ali Jinnah (1876-1948).
Di Indonesia, terdapat pembaharu atau partai politik besar yang menentang penjajahan diantaranya:
a. Sarekat Islam (S I ) dipimpin oleh HOS Tjokroaminoto berdiri pada tahun 1912 dan merupakan kelanjutan dari Sarikat Dagang Islam yang didirikan oleh H. Samanhudi tahun 1911.
b. Partai Nasional Indonesia (PNI) didirikan oleh Sukarno (1927)
c. Pendidikan nasional Indonesia (PNI-baru) didirikan oelh Mohammad Hatta(1931)
d. Persatuan Muslimin Indonesia (Permi) menjadi partai politik tahun 1932 yang dipelopori oleh Mukhtar Luthfi
Munculnya gagasan nasionalisme yang diiringi oleh berdirinya partai-partai politik tersebut merupakanasset utama umat Islam dalam perjuangan untuk mewujudkan Negara merdeka yang bebas dari pengaruh politik barat. Sebagai gambaran dengan nasionalisme dan perjuangan dari partai-partai politik yang penduduknya mayoritas muslim adalah Indonesia. Indonesia merupakan Negara yang mayoritas muslim yang pertama kali berhasil memproklamirkan kemerdekaannya yaitu tanggal 17 Agustus 1945. Negara kedua yang terbebas dari penjajahan yaitu Pakistan. Merdeka pada tanggal 15 agustus 1947 dengan presiden pertamanya Ali Jinnah.
Di wilayah timur tengah, Mesir resmi merdeka pada tahun 1992 dan benar-benar merdeka pada tanggal 23 Juli 1952 dengan pimpinan pemerintahan yang bernama Jamal Abd Naser. Irak merdeka tahun 1932, tetapi rakyatnya merasa merdeka baru tahun 1958 dan Negara lain seperti Jordania, Syiria dan Libanon merdeka pada tahun 1946
Di Afrika, Lybia merdeka pada tahun 1962, Sudan, Maroko merdeka tahun 1956 M, Aljazair tahun 1962. Negara lain yang merdekanya hamper bersamaan seperti Negara Yaman Utara, Yaman selatan, dan Emirat Arab.
Di Asia Tenggara, Malaysia, Singapura merdeka tahun 1957 dan Brunai Darussalam merdeka pada tahun 1984. Selain itu, Negara Islam yang dahulunya bersatu dalam Uni Soviet seperti Turkmenia, Uzbekistan, Kirghistan, Khazakhtan Tajikistan dan Azerbaijan dan Bosnia baru merdeka pada tahun 1992
Perkembangan Islam, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Pada Abad Modern
Masa kebangkitan Islam atau disebut dengan masa pembaharuan mulai menggeliat pada tahun 1800 M. Pada masa tersebut kalangan kaum muslimin banyak yang mengerahkan pemikirannya untuk kemajuan agama Islam. para Ulama, Cendekiawan muslim di berbagai wilayah Islam banyak yang intens terhadap study Islam sehingga keortodokannya mulai ditinggalkannya. Sehingga pada masa pembaharuan tersebut ilmu pengetahuan, kebudayaan dan ajaran islam berkembang di berbagai Negara seperti Negara India, Turki, Mesir.
Tokoh pembaharu yag ternama adalah Muhammad ibn Abdul Wahab di Arabia dengan Wahabiyahnya pada tahun 1703-1787 M. Gerakan ini memiliki pengaruh yang besar pada abad ke – 19. Upaya dari gerakan ini adalah memperbaiki umat Islam sesuai dengan ajaran Islam yang telah mereka campur adukkan dengan ajaran-ajaran tarikat yang sejak abad ke 13 telah tersebar luas di dunia Islam.
Dalam bidang ilmu pengetahuan, di Turki Usmani mengalami kemajuan dengan usaha-usaha dari Sultan Muhammad II yang melakukan terhadap umat Islam di negaranya untuk dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dengan upaya melakukan pembaharuan dibidang pendidikan dan pengajaran, lembaga-lembaga Islam diberikan muatan pelajaran umum dan upaya mendirikan “ Mektebi Ma’arif” guna menghasilkan tenaga ahli dalam bidang administrasi dan “Mektebi Ulumil Edebiyet” gunamenghasilkan tenaga penterjemah yang handal serta upaya mendirikan perguruan tinggi dengan berbagai jurusan seperti kedokteran, teknologi dan militer.
Pada tanggal 1 November 1923 kesultanan Turki dihapuskan dan diganti dengan Negara Republik dengan presiden pertamanya yaitu Musttafa Kemal At Turk, IPTEK semakin maju. dan pada waktu itu juga di India bermunculan cendekiawan muslim modern yang melakukan usaha-usaha agar umat Islam mampu menguasai IPTEK seperti Sayid Ahmad Khan, Syah Waliyullah , Sayyid Amir, Muhammad Iqbal, Muhammad Ali jinnah dan abdul Kalam Azad. salah satu dari cendekiawan tersebut yang sangat menonjol dan besar jasanya terhadap umat Islam adalah Sayid Ahmad Khan.
Penguasa Mesir yaitu Muhammad Ali (1805-1849) dalam hal IPTEK agar maju berupaya dengan mengirimkan para mahasiswa untuk belajar IPTEK ke perancis setelah lulus dijadikan pengajar di berbagai perguruan tinggi seperti di universitas Al Azhar sehingga dengan cepat IPTEK menyebar ke seluruh dunia Islam. Selain itu terdapat Universitas Iskandariyah di kota Iskandariah yang memiliki fakultas kedokteran, Teknik, Farmasi, Pertanian, Hukum, Perdagangan dan Sastra. Universitas Aiunusyam di kairo, Universitas Assiut, Universitas Hilwan, universitas Suez, dan Universitas “The American University in Cairo.
Pada perkembangan Islam abad modern, umat islam timbul kesadarannya tentang pentingnya ajaran islam yang sesuai dengan ajaran yang dibawa oleh Rasulullah SAW sehingga dapat dijadikan sebagai pedoman hidup. karena umat Islam sudah jauh dari ajaran Rasulullah SAW yaitu banyak penyimpangan-penyimpangan dari sumber asalnya, penyakit bid’ah, tahayul, klenik, perdukunan, kemusrikan dll sangat merebak dan hamper seperti kehidupan Jahiliyah. Dengan kondisi umat Islam tersebut maka muncullah para pembaharu yaitu suatu gerakan pemurnian terhadap ajaran agama Islam yang sesuai dengan ajaran yang bersumber pada Qur’an dan Hadits. Para pembaharu tersebut antara lain:
• Muhammad bin Abdul Wahab yaitu ulama besar yang produktif yang lahir di Nejed Arab Saudi Salah satu kitabnya yaitu Kitab Tauhid,sebuah kitab yang berisi tentang mengesakan Allah SWT dengan membasmi praktek-praktek tahayul, bid’ah khurafat yang ada pada umat islam dan mengajak untuk kembali ke ajaran tauhid yang sebenarnya. Gerakan pembaharuan Abdul Wahab tersebut dikenal dengan Gerakan Wahabiyah.
• Rif’ah Badawi Rafi’ At Tahtawi yang lahir di Tahta merupakan pembaharu Islam yang pemikirannya yaitu menyerukan kepada umat Islam agar menyeimbangkan antara dunia dan akhirat
• Jamaluddin Al afgani yang lahir di Asadabad dengan pemikiran pembaharuannya adalah supaya umat Islam kembali pada ajaran agama Islam yang murni , kepemimpinan otokrasi supaya diubah menjadi demokrasi, untuk mewujudkan kemajuan masyarakat Islam yang dinamis agar kaum wanita bekerja sama dengan kaum pria dan Gerakan Pan Islamisme yaitu penyatuan seluruh umat Islam.
• Muhammad Abduh yaitu pembaharu Islam di Mesir penerus dari gerakan Wahabi dan Pan Islamisme Beliau bersama muridnya yang bernama Muhammad Rasyid Rida menerbitkan jurnal “Al Urwatu Wustsqa” Selain itu Muhammad Abdul juga menyusun kitab yang berjudul “ Ar Risalah at Tauhid”
• Sayid Qutub yaitu ulama dan tokoh gerakan pembaharuan yang menyelaraskan antara urusan akhirat dengan urusan duniawi dan bersama Yusuf Qardhawi menekankan perbedaan antara modernisasi dengan pembaratan.
• Sir Sayid Akhmad Khan lahir di Delhi India adalah pembaharu yang produktif dengan berbagai karya diantaranaya Tarikhi Sarkhasi Bignaur berisi catatan kronologi pemeberontakan di Bignaur, Asbab Baghawat Hind, The Causes of the Indian Revolt (sebab-sebab revolusi India, Risalat Khair Khawahan Musulman risalah tentang orang-orang yang setia, dan Akhkam Ta’aam Ahl al Kitab hukum memakan makanan ahli kitab. Selain itu Beliau juga mendirikan Sekolah Inggris di Mudarabad, sekolah Muslim University of Aligarth, membentuk Muhammedan Educational Conference dan mendirikan The Scientific Society lembaga penerjemah IPTEK ke bahasa Urdu serta menerbitkan majalah bulanan Tahzib al Akhlaq dan lain-lainnya.
• Muhammad Iqbal yaitu seorang muslim India dengan karyanya The Reconstruction of Religius Though in Islam (pembangunan kembali pemikiran keagamaan dalam islam).
Selain yang tersebut di atas, dalam hal perkembangan kebudayaan pada masa modern juga mengalami kemajuan di berbagai Negara Islam artinya Negara yang mayoritas berpenduduk Islam seperti Mesir, Arab Saudi, Irak, Iran, Malaysia, Brunai Darussalam, Kuwait dan indonesia.
Dibidang arsitek, di Arab Saudi mengalami perkembangan yang pesat. Pembangunan-pembagunanfisik sangat dahsyat dari pembangunan jalan raya, jalan kereta, pelabuhan sampai Maskapai penerbangan Internasional, perhotelan, peribadatan seperti Masjidil Haram yang ditengah masjidterdapat Kakbah dan baitul Atiq, Hajar Aswad, Hijr Ismail, Makam Ibrahim dan sumur Zam-Zam yang letahnya berdekatan dengan Kakbah. Bangunan Masjidil Haram sangat luas, sangat indah dan megah. Masjid Nabawi yaitu Masjid yang indah dan megah pula serta ber A C. Di Iran terdapat bangunan yang indah yaitu berupa bangunan arsitektur peninggalan Dinasti Qatar yaitu Istana Niavarand, pekuburan Behesyti Zahra.
Dalam bidang Sastra pada masa pembaharuan terdapat nama-nama sastrawan yang Islami di berbagai Negara seperti sastrawan dan pemikir ulung yang lahir di Pakistan tahun 1877 dan wafat tahun 1938 bernama Muhammad Iqbal, Mustafa Lutfi Al Manfaluti tahun 1876-1926 yaitu sastrawandan ulama al Azhar Mesir, Muhammad Husain Haekal tahun 1888-1956 ia adalah seorang pengarang Mesir yang menulis Hayatu Muhammad, Jamil Sidi Az Zahawi tahun 1863-1936 di Irak daln lain-lain.
Dalam bidang kaligrafi di abad modern juga berkembang yaitu biasanya digunakan sebagai hiasan di masjid, hiasan di rumah, perabotan rumah tangga dll dengan media seperti kertas, kayu, kain, kulit, keramik dll.
Gerakan Modern islam
Pembaharuan dalam Islam atau gerakan modern Islam yang lahir di Timur Tengah sangat berpengaruh terhadap gerakan kebangkitan Islam di Indonesia. Pengaruh tersebut seperti munculnya berbagai organisasi dan kelembagaan modern di Indonesia pada awal abad ke- 20. Organisasi atau kelembagaan dimaksud yaitu Jamiatul Khair (1905) yang bertujuan izzul Islam wal Muslimin kejayaan Islam dan umatnya dengan gerakannya yaitu mendirikan sekolah tingkat dasar dan mengirimkan anak muda berprestasi ke Turki. Al Irsyad, yaitu bergerak dalam bidang pendidikan pendirinya adalah Syekh Ahmad Sorkati dan para pedagang. Muhammadiyah, yaitu didirikan oleh KH Ahmad Dahlan tanggal 18 november 1912 di Jogjakarta dengan tujuan Menggapai Surga dengan ridha Allah SWT dan mencapai masyarakat yang aman, damai, makmur, sejahtera dan bahagia disertai dengan nikmat Allah yang melimpah ruah dengan baldatun tayyibatun wa rabbun gafur.
Persatuan Islam didirikan oleh Ahmad Hasan dan M. Natsir di Bandung tahun 1920, kegiatan utamanya tabligh, khotbah dan penerbitan guna memurnikan syari’at Islam. SDI (Syarikat Dagang Islam) didirikan oleh Haji Saman Hudi di Solo tahun 1911. SDI diubah menjadi PSI (Partai Serikat Islam ) dan tahun 1929 diubah lagi menjadi PSII (Partai Serikat Islam Indonesia), semula bergerak dalam ekonomi dan keagamaan kemudian berubah menjadi kegiatan politik. N U (Nahdhatul Ulama) yaitu didirikan oleh KH Hasyim Asy’ ari tanggal 13 januari 1926 di Surabaya dengan tujuan membangkitkan semangat juang para ulama di Indonesia. Matla’ul Anwar, pendirinya adalah KH Yasin pada tahun 1905 di Banten dengan kegiatanyya berupa sosial keagamaan dan pendidikan. Perti (Pergerakan Tarbiyah) didirikan oleh Syekh Sulaiman Ar Rasuli pada tahun 1928 di Sumatera Barat. Kegiatannya bergerak dalam bidang pendidikan, memberantas bid’ah, khurafat dan takhayul serta taklid umat Islam.
Hikmah Mempelajari Sejarah Perkembangan Islam Pada Abad Modern
Hikmah mempelajari sejarah perkembangan Islam pada abad modern dapat disikapi dengan sejarah tersebut dapat memberikan ide dan kreatifitas tinggi untuk mengadakan perubahan-perubahan supaya lebih maju dengan cara yang efektif dan efisien, Problema-problema masa lalu dapat menjadi pelajaran dalam bidang yang sama pada masa yang selanjutnya, Pembaharuan dapat dilakukan dalam berbagai bidang baik ekonomi, pendidikan ,politik dan lain sebagainya.